Widget HTML Atas

BMKG Prediksi Gempa Susulan Majene dan Mamuju, serta Potensi Tsunami

BMKG Prediksi Gempa Susulan Majene dan Mamuju dan Potensi Tsunami
Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat Pasca diguncang Gempa 6,2 SR

Gempa berkekuatan 6,2 Magnitudo melanda Kabupaten Majene pada Jumat (15/01/2021) dini hari menelan 8 korban jiwa, 637 orang luka-luka, dan 15000 orang diketahui mengungsi. Hal itu diterangkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati saat melaporkan update korban dan kerusakan akibat gempa yang berpusat di Majene, Sulawesi Barat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi masih akan ada gempa bumi susulan di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Gempa susulan tersebut bisa lebih besar dari sebelumnya dan berpotensi tsunami. Hal itu diterangkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers webinar, Jumat (15/1/2021).

"Masih ada potensi gempa susulan yang masih kuat, bisa mencapai kekuatan gempa tadi pagi 6,2 SR atau bisa sedikit lebih tinggi", ujar Dwikorita Karnawati.

"Karena kondisi batuan diguncang 28 kali sudah rapuh memungkinkan untuk terjadinya longsor di bawah laut dapat pula berpotensi tsunami jika ada gempa susulan berikutnya kalau pusat gempa di pantai atau pinggir laut", sambung Dwikorita.

BMKG Prediksi Gempa Susulan Majene dan Mamuju dan Potensi Tsunami
Kondisi rumah pasca gempa Mamuju, Jumat (15/01/2021). Foto: Nurhadi/tribunnews

Sementara itu Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan sejak Kamis hingga Jumat ada 28 kali gempa susulan. Ada dua kekuatan gempa bumi yang besar terjadi hari Kamis 5,9 Skala richter dan Jumat dinihari 6,2 SR.

"Kemarin itu kita anggap sebagai gempa pembuka yang tadi pagi sudah maksimal, kita berharap tidak terjadi lagi", kata Daryono.

Daryono juga menjelaskan adanya kesamaan gempa bumi di Majene dan Mamuju yang terjadi sekarang dengan sebelumnya di Majene, Sulawesi Barat. Kedua gempa bumi disebabkan oleh pergerakan sesar naik Mamuju.

"Sesar naik ini mirip gempa Lombok 2018", katanya.


KOMENTARI VIA FACEBOOK: