Widget HTML Atas

Soetan Sjahrir, Perjoeangan Kita: Pembencian Bangsa Asing


Salah satu hal terpening di dalam perjuangan kita adalah sikap dan poliik kita terhadap golongan-golongan yang agak mengasing di antara penduduk negeri kita, yaitu orang-orang asing, orang peranakan, Eropa atau Asia, orang yang beragama Kristen, orang Ambon, Menado dan sebagainya. Hingga sekarang kita belum mempunyai sikap dan poliik yang memuaskan terhadap golongan ini semua. Malah di hari kemudian ini terjadi hal-hal yang terang salah dan merusakkan pada perjuangan kerakyatan kita.

Sifat membenci pada golongan dan bangsa yang asing itu, memang suatu sifat yang tersembunyi di dalam tiap-tiap gerakan kebangsaan yang memabukkan dirinya dengan nafsu membenci bangsa-bangsa asing untuk mendapatkan kekuatan, niscaya pada akhirnya akan berhadapan dengan seluruh dunia dan kemanusiaan. Nafsu kebangsaan yang pada mulanya dapat merupakan suatu kekuatan itu, mesi iba pada satu jalan buntu dan akhirnya mencekik dirinya sendiri dalam suasana jibaku.

Kekuatan yang kita cari, adalah pada pengobaran perasaan keadilan dan kemanusiaan. Hanya semangat kebangsaan yang dipikul oleh perasaan keadilan dan kemanusiaan dapat mengantar kita maju di dalam sejarah dunia. Sebab pada akhirnya semua kebangsaan harus menemui ajalnya di dalam suatu kemanusiaan yang melipui seluruh dunia menjadi satu bangsa, yaitu bangsa manusia yang hidup di dalam pergaulan yang berdasar keadilan dan kebenaran, tidak lagi terbatas oleh perasaan-perasaan sempit yang memecah manusia sesama manusia oleh karena kulitnya berlainan warna, atau oleh karena turunan darahnya berlainan.

Pada habisnya perasaan-perasaan sempit ini sebagai pendorong tindakan dan kelakuan kita, baru habis ikatan buta kita kepada sejarah kebiadaban kita. Baru kita dapat melihat terang perbedaan antara cinta pada tanah air dari perasaan membenci orang asing atau membenci golongan-golongan dalam negeri kita yang sebagai perbuatan sejarah terasing atau mengasingkan diri oleh karena turunan darahnya, darah yang bodoh dan darah yang biadab itu. Sikap kita terhadap sekalian ini harus berdasar penglihatan kemasyarakatan, berdasar atas penyelidikan yang jujur dan perhitungan di dalam berbakti kepada cita-cita kemanusiaan dan keadilan sosial.


Daftar Isi Buku Soetan Sjahrir: Perjoeangan Kita

KOMENTARI VIA FACEBOOK: