Widget HTML Atas

Spoiler AoT Chapter 138, Eren Mati di Tangan Mikasa?

Bulan Maret menjadi pertanda bahwa cerita dari seri manga Attack on Titan hanya tinggal menyisakan satu chapter terakhir sebelum semua selesai. Di chapter 137 kemarin, kita melihat bagaimana puncak perjuangan dari pasukan aliansi. Dan di AoT Chapter 137 juga kita melihat sesuatu yang sangat luar biasa dimana para Titan Shifter terdahulu muncul dan membantu para pasukan aliansi.

Kita juga belajar tentang sejarah para Titan di masa lalu, yang mana diketahui bahwa sebenarnya bisa dibilang bahwa Titan merupakan hasil atau efek dari sebuah “parasit” yang berkembang biak di bumi jutaan tahun yang lalu. Di akhir ceritanya, kita melihat bagaimana Jean mampu meledakan tulang belakang Founding Titan Eren, dan Armin sendiri meledakan Eren dengan harapan dia bisa mati. Lalu, apa yang terjadi di chapter selanjutnya?

Attack on Titan Chapter 138 release dan dibuka dengan kelanjutan peristiwa di akhir 137, dimana peristiwa Rumbling dianggap berhenti setelah ledakan besar tersebut. Para pasukan aliansi mencoba untuk mengecek kondisi terakhir, apakah Rumbling memang benar-benar sudah berhenti. Mereka yang selamat terlihat begitu senang dan bahagia melihat apa yang terjadi. Mereka semua kemudian turun dari benteng Salta.

Doc: readsnk.com

Namun, yang mengejutkan adalah makhluk berbentuk tulang belakang, yang diyakini sebagai sumber dari para Titan, ternyata belum mati setelah ledakan yang dilakukan oleh Armin. Selain makhluk tulang belakang tersebut, kita juga melihat bagaimana ternyata Eren belum mati. Eren justru berada di bentuk “sempurna” Founding Titan miliknya. Levi kemudian mengatakan bahwa Eren adalah sumber dari semuanya. Membunuh Eren artinya menghentikan semua momen tersebut.

Di sisi lain, kita melihat bagaimana frustasi yang dirasakan oleh Mikasa terhadap apa yang terjadi. Mikasa masih terus berusaha mencerna apa yang terjadi dan berusaha “memberanikan diri” untuk menghadapi semuanya. Kejutan mengerikan kemudian muncul ketika muncul asap tebal yang menyelimuti benteng salta. Menurut Connie, baunya seperti Titan mati.

Ternyata asap tersebut bukanlah asap biasa, asap tersebut merubah banyak orang-orang di benteng Salta menjadi Titan. Semuanya berubah menjadi Pure Titan. Para Pure Titan tersebut berusaha menyerang Reiner dan Armin. Di sisi lain, Armin sendiri bersiap bertarung melawan Eren, teman masa kecilnya. Armin sudah tidak peduli lagi hubungannya dengan Eren.

Terdapat sebuah momen “khayalan” dari Mikasa dimana dalam bayangan Mikasa, semua ini tidak pernah terjadi. Mikasa membayangkan bahwa dia dan Eren berada di sebuah tempat tersembunyi, yang mana kemungkinan lokasinya tidak berada di Paradis. Mikasa nampak begitu senang dengan mimpi tersebut, berdua menghabiskan sisa waktu yang dimiliki Eren berdua. Namun, ada momen yang cukup menyentuh di akhirnya.

Doc: readsnk.com

Eren mengatakan bahwa dia meminta Mikasa untuk melupakannya setelah semuanya selesai, setelah dia tewas. Namun, Mikasa mengaku dia tidak bisa melakukannya. Peristiwa mengejutkan kembali muncul menjelang akhir chapternya, dimana Mikasa akhirnya memiliki cukup keberanian untuk membunuh Eren. Dia meminta Levi untuk membantunya.

Mikasa menemukan bahwa Eren yang “asli” ada di dalam mulutnya. Levi menggunakan peluncur peledak dan menghancurkan salah satu gigi Eren, agar Mikasa bisa masuk ke mulutnya. Dan benar saja, terdapat tulang belakang Eren yang masing menggantung di dalamnya. Tanpa basa-basi, Mikasa langsung menebas bagian kepala Eren tersebut. Chapternya sendiri ditutup dengan ciuman dari Mikasa kepada Eren, dan Ymir Fritz sendiri terlihat berada di belakang Mikasa.